<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Hilman Dale</title>
	<atom:link href="http://hilmandale.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hilmandale.com</link>
	<description>Sahabat UKM, Sumber Inspirasi Bisnis</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 09:08:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Memecat karyawan vs melatih karyawan ?!</title>
		<link>http://hilmandale.com/memecat-karyawan-vs-melatih-karyawan/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/memecat-karyawan-vs-melatih-karyawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 05:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sistem]]></category>

		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[
Ada pembicaraan menarik ketika saya bertemu dengan teman saya pagi ini. Ia mengatakan bahwa rekan sekantornya yang baru bekerja 3 bulan baru saja dipecat, dan bahkan masih ada 2 orang lagi yang akan mengalami nasib yang sama bila tidak dapat memenuhi target dari perusahaannya.
Ia bertanya ‘Mengapa?!’ 
Mengapa perusahaan mudah sekali untuk memecat orang? Padahal menurutnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ada pembicaraan menarik ketika saya bertemu dengan teman saya pagi ini. Ia mengatakan bahwa rekan sekantornya yang baru bekerja 3 bulan baru saja dipecat, dan bahkan masih ada 2 orang lagi yang akan mengalami nasib yang sama bila tidak dapat memenuhi target dari perusahaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ia bertanya ‘Mengapa?!’ </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Mengapa perusahaan mudah sekali untuk memecat orang? Padahal menurutnya rekan sekantornya itu baru kali ini tidak dapat memenuhi target perusahaan. Mengapa perusahaan tidak memberinya waktu untuk memperbaiki kinerjanya? Mengapa perusahaan tidak memberikan training tambahan? Mengapa perusahaan lebih memilih memecat karyawan yang tidak mencapai target tetapi loyal, dan merekrut karyawan baru yang belum tentu lebih baik?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Saya menjawab ‘Mengapa tidak?’</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Saya kemudian bertanya kembali kepada teman saya itu &#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Siapa yang bisa menjamin bahwa waktu lebih dan training tambahan dapat meningkatkan kinerja rekan kamu itu?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Berapa potensi pendapatan yang hilang dan biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan training tambahan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Apakah masuk akal bila seluruh biaya itu diberikan untuk melatih karyawan baru, yang juga berpotensi untuk sukses?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dari jawaban-jawaban yang diberikan oleh teman saya, nampaknya ia belum puas dengan pendapat yang saya ajukan. Oke&#8230;, anggap saja kamu sekarang yang berada pada posisi si pemilik perusahaan. Mana yang kamu pilih&#8230;mempertahankan karyawan loyal namun kinerjanya dibawah rata-rata, atau mengambil resiko dengan merekrut karyawan baru dan melatihnya?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Secara subjektif mungkin anda akan memilih mempertahankan karyawan loyal. Namun tak dapat dipungkiri bahwa karyawan seperti ini menyumbangkan andil yang kecil bagi perusahaan. Efek selanjutnya adalah ia dapat merusak kinerja tim, yang kemudian akan menghancurkan perusahaan secara perlahan-lahan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sungguh berat memecat karyawan yang memiliki attitude yang baik, apalagi ia humoris. Namun langkah itu diperlukan demi kelangsungan hidup perusahaan. Dengan adanya proses penggantian bagi karyawan yang dibawah rata-rata, maka perusahaan akan terus berkembang dengan target-target baru yang lebih progresif. Hal ini memberi dampak positif dengan semakin terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi orang-orang berpotensi lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Teman saya mulai setuju dengan cara pandang baru ini. Namun pertanyaannya&#8230;apakah proses pecat-rekrut-latih ini bisa dilakukan oleh semua pemilik bisnis, dengan dalih demi perusahaan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tentu saja kita harus melihatnya dengan berimbang. Proses pecat-rekrut-latih ini tidak dapat dilakukan semena-mena tanpa sistem pendukung yang jelas dan alasan yang jelas. Maksudnya adalah, perusahaan harus menyediakan pelatihan yang baik bagi karyawannya, sehingga karyawannya dimungkinkan untuk mengembangkan keterampilannya sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Dengan begitu, maka wajar bila dengan berjalannya waktu akan ada proses seleksi yang dapat mendepak karyawan yang kurang mampu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Inilah realita bisnis. Meskipun kadang terasa kejam bagi yang tertimpa, namun bila proses ini berjalan baik, maka akan banyak perusahaan di Indonesia yang mencapai puncak kesuksesan sehingga menyumbang bagi pendapatan negara lebih besar lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Realitanya, perusahaan harus terus berkembang agar tidak tersingkir dari bisnis&#8230;maka sebagai karyawan seharusnya juga terus berkembang agar bisa selaras dengan bisnis.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/memecat-karyawan-vs-melatih-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis apa yang cocok untuk anda?</title>
		<link>http://hilmandale.com/bisnis-apa-yang-cocok-untuk-anda/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/bisnis-apa-yang-cocok-untuk-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 05:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemula]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<category><![CDATA[memulai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[
Menjawab pertanyaan rekan dari Forum Investor yang juga banyak ditanyakan oleh peserta seminar saya, “bagaimana anda tahu bahwa bisnis yang anda pilih telah sesuai dengan anda?”
Kebanyakan dari kita, bahkan kalau bisa dikatakan seluruhnya, ketika pertama kali berbisnis, hanya memiliki sedikit sekali pengetahuan dan pengalaman dalam bisnis yang kita terjuni. Hal ini memunculkan berbagai macam rasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Menjawab pertanyaan rekan dari Forum Investor yang juga banyak ditanyakan oleh peserta seminar saya, “bagaimana anda tahu bahwa bisnis yang anda pilih telah sesuai dengan anda?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Kebanyakan dari kita, bahkan kalau bisa dikatakan seluruhnya, ketika pertama kali berbisnis, hanya memiliki sedikit sekali pengetahuan dan pengalaman dalam bisnis yang kita terjuni. Hal ini memunculkan berbagai macam rasa takut bagi anda yang akan mulai berbisnis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Rasa takut ini adalah suatu kewajaran. Namun bisnis agar bisa sukses harus dijalankan dengan komitmen. Demi menjaga agar komitmen tidak dikalahkan oleh rasa takut, maka harus ada yang mengikat rasa takut ini, yaitu: DREAM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Dream atau mimpi merupakan proyeksi anda kedepan tentang seperti apa anda nantinya saat sukses. Ini dilatar belakangi oleh pengalaman yang anda sukai dan perasaan nyaman dan aman yang pernah anda rasakan. Dream inilah yang akan memandu anda dalam mengambil keputusan investasi bisnis pertama anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Semua orang ingin dapat melakukan terus apa yang ia sukai, selamanya. Oleh karena itu, wajar bila sebagian besar orang mulai berbisnis dari apa yang ia sukai. Lalu sebagian yang lain ingin mencontoh kesuksesan orang lain. Maka berbondong-bondong mereka memasuki bisnis yang nampaknya menjanjikan tersebut, meskipun tidak memiliki pengalaman didalamnya. Namun sebagian yang lain masih merasa tidak nyaman untuk berbisnis, sehingga mereka memilih bisnis berdasarkan investasi terkecil, termurah dan termudah yang bisa mereka temui.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Lalu apakah hal ini salah? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Tentu saja tidak. Perasaan suka, ingin sukses, atau rasa aman dalam investasi, kesemuanya merupakan pengikat rasa takut, sehingga komitmen untuk terus melanjutkan bisnis meskipun dalam masa sulit tetap terjaga. Sayangnya, semua hal diatas tidak dapat menjamin kesuksesan anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Apa yang dapat menjamin kesuksesan anda adalah seberapa cepat anda dapat mengembangkan diri anda untuk mahir dalam satu bidang tertentu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">“Lho&#8230;kok saya jadi bingung?” hehehe&#8230;itu yang anda pikirkan bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Begini&#8230;bisnis pertama, hampir bisa dipastikan akan gagal. Anda harus bersyukur atas hal itu. Kemampuan anda untuk mempertahankan bisnis pertama selama mungkin, hingga akhirnya gagal, akan memberi anda banyak pengalaman berharga, yang akan menjadi pondasi bisnis anda berikutnya. Bila anda belajar dari kegagalan itu, maka tanpa anda sadari, anda sedang mengasah satu sisi diri anda untuk menjadi mahir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Seorang koki yang memiliki restoran kemudian bangkrut, akan mulai mengasah kemampuan komunikasinya. Bisa saja, ternyata ia menyukai kemahirannya dalam berkomunikasi, sehingga bisnis yang akan membawanya sukses bukanlah bisnis restoran, tetapi bisnis suply bahan baku untuk restoran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Seorang dokter yang berbisnis pelatihan kesehatan ternyata telah mengasah dirinya untuk mahir dalam bisnis pelatihan. Bisa saja, ternyata kesuksesan bisnisnya terjadi ketika ia membuka sekolah kewirausahaan, yang tidak ada kaitan apapun dengan dunia kesehatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Bisa saja awalnya anda hanya sekedar mencari-cari tempat strategis untuk membuka counter hp. Namun ketertarikan anda dalam berburu tempat strategis telah membawa anda menjadi pebisnis properti yang sukses.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Intinya adalah, anda tidak akan pernah tahu bisnis apa yang cocok dengan anda, hingga anda terjun langsung kedalamnya dan jatuh bangun bersamanya. Namun anda butuh alasan untuk menekuni satu bisnis. Maka saran saya tetap, mulailah dari apa yang anda sukai, maupun anda kuasai, meskipun belum tentu itu menjadi bisnis yang tepat untuk anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Dengan berjalannya waktu dan pengalaman anda dalam berbisnis, anda pada akhirnya akan dibawa kepada bisnis yang tepat untuk anda.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/bisnis-apa-yang-cocok-untuk-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t put your egg in one basket</title>
		<link>http://hilmandale.com/dont-put-your-egg-in-one-basket/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/dont-put-your-egg-in-one-basket/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 13:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[fokus]]></category>

		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[
Seseorang mengatakan kepada saya, “Don’t put your egg in one basket”. Lalu saya sambut,”I prefer put my egg in one basket”. Tapi sesungguhnya kami tidak sedang memperdebatkan tentang telur. Ini adalah pembicaraan tentang dimana ia akan meletakkan 400 juta rupiahnya dalam investasi.
Ia mengatakan bahwa ia adalah jenis orang yang tidak bisa berfokus pada satu bisnis. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Seseorang mengatakan kepada saya, “Don’t put your egg in one basket”. Lalu saya sambut,”I prefer put my egg in one basket”. Tapi sesungguhnya kami tidak sedang memperdebatkan tentang telur. Ini adalah pembicaraan tentang dimana ia akan meletakkan 400 juta rupiahnya dalam investasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Ia mengatakan bahwa ia adalah jenis orang yang tidak bisa berfokus pada satu bisnis. Ia senang mencoba-coba hal baru. Hingga saat ini teman saya itu telah memiliki 6 perusahaan dengan margin total mendekati 1 milyar setiap bulannya. Setidaknya ia telah membuktikan bahwa apa yang ia yakini memang bekerja untuknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Sekarang pertanyaannya adalah, seberapa besar anda memimpikan kesuksesan bisnis anda nantinya? Bila anda merasa cukup dengan penghasilan 300 juta dari bisnis anda, maka saya setuju bahwa anda perlu memiliki banyak bisnis untuk mendapatkan satu milyar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Namun bila mimpi anda adalah lebih dari itu, menembus batas teritorial dan uang tidak lagi menjadi tujuan, maka saya yakin bahwa anda perlu fokus dalam membangun bisnis anda. Atau dengan kata lain, meletakkan seluruh telur anda dalam satu keranjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Apakah anda memimpikan memiliki bisnis yang go international?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Apakah anda ingin perusahaan anda tercatat di bursa saham?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Apakah anda ingin perusahaan anda masuk dalam daftar Fortune 500?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Apakah anda ingin seperti Bill Gates si raja software, atau Richard Branson dengan kerajaan virginnya, atau Lakhsmi Mital si raja Baja?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Mungkin anda akan mengatakan pada saya, “itu mimpinya kejauhan mas&#8230;saya tidak perlu sebesar itu, asal bisa bebas finansial saja seperti Bob Sadino sudah cukup </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>J</span></span><span lang="IN">”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Oke, mungkin bagi anda mimpi yang saya tawar terlalu mengawang-awang. Kemudian kita ambil om Bob sebagai patokan kesuksesan anda. Maka pertanyaan berikutnya adalah&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Berapa lama anda akan mencapai kesuksesan seperti om Bob, bila anda tidak fokus mengembangkan satu bisnis anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Bagaimana anda bisa menjadi ahli dalam bisnis anda bila anda tidak fokus pada bisnis anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Bagaimana anda bisa mencium perubahan pasar bila anda tidak ahli dalam bisnis anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Dan bagaimana bisnis anda bisa berkembang dengan cepat, bila anda selalu memecah investasi anda kedalam beberapa bisnis, menanamkannya dalam beberapa bisnis yang berisiko, dan bukannya menanamkan dalam hanya satu bisnis yang anda kuasai?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Jadi kembali kepada pendapat saya, “just put your egg in one basket”</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/dont-put-your-egg-in-one-basket/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Malas baca? pasti lagi gak ada kerjaan&#8230;</title>
		<link>http://hilmandale.com/malas-baca-pasti-lagi-gak-ada-kerjaan/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/malas-baca-pasti-lagi-gak-ada-kerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 09:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[membaca]]></category>

		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[
Malas lagi&#8230;malas lagi. Sudah seminggu rasanya malaaa..sss banget mau baca buku. Klo sudah begini, biasanya tanda-tanda karena lagi gak ada aktivitas. Lho, kok bisa?
Memang biasanya motivasi terbesar saya untuk membaca buku karena sedang menghadapi problem yang belum bisa terpecahkan. Jadi kalau sampai malas baca buku, pasti memang lagi kurang kerjaan, makanya jarang nemu problem&#8230;  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Malas lagi&#8230;malas lagi. Sudah seminggu rasanya malaaa..sss banget mau baca buku. Klo sudah begini, biasanya tanda-tanda karena lagi gak ada aktivitas. Lho, kok bisa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Memang biasanya motivasi terbesar saya untuk membaca buku karena sedang menghadapi problem yang belum bisa terpecahkan. Jadi kalau sampai malas baca buku, pasti memang lagi kurang kerjaan, makanya jarang nemu problem&#8230; </span><span style="font-family: Wingdings;"><span> <img src='http://hilmandale.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Walaupun semangat untuk cuci mata di toko buku tetap tinggi, tapi tetap saja saat menatap deretan buku-buku cantik yang menarik hati, tetap merasa bosan dan muak. Walau dipaksakan untuk membaca, yang ada malah pusing dan pandangan berkunang-kunang.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Memang benar yang dikatakan Pak Tubagus Wahyudi, salah satu pembicara sukses di Indonesia, kalau mau mengisi botol kosong, harus dibuka dulu tutup botolnya. Masalahnya sekarang.. saya tahu kalau botolnya masih kosong, tapi keburu malas untuk membuka tutupnya, karena belum ada yang butuh minum saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Mungkin analogi Pak Tubagus ini yang paling tepat menggambarkan kondisi saya sekarang. Ketika bisnis berjalan lancar dan tidak ada orang yang menanyakan permasalahan bisnisnya kepada saya, maka tanpa disadari, saya telah terjebak dalam kondisi stagnan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Tidak ada keinginan untuk berkembang, apalagi menambah ilmu. Tidak ada keinginan untuk berubah, karena kondisinya telah terlalu nyaman. Namun lucunya, ketika saya berkunjung ke salah seorang teman, yang saya tahu bahwa ia sedang berjuang membangun bisnisnya, kondisinya malah tetap sama dengan saya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Tidak ada semangat untuk belajar dari teman saya itu. Saya yang berharap agar ia menanyakan problem bisnisnya, harus kecewa karena ia menolak hampir semua masukan saya. Malah ia meyakini bahwa proses perlambatan yang ia alami sekarang, merupakan proses yang wajar dalam bisnisnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Saya tahu, bahwa ia meyakini hal itu karena ia tidak tahu apa yang saya tahu&#8230; Saya ulang ya&#8230; saya tahu, bahwa teman saya itu meyakini hal itu (bahwa perlambatan bisnisnya adalah sesuatu yang wajar) karena ia tidak tahu apa yang saya tahu (bahwa ada jalan yang lebih baik dan lebih cepat untuk mengembangkan bisnisnya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Tapi&#8230;kenyataannya, botol kosong tetaplah botol kosong, hingga anda berkehendak untuk mengisinya, dan mau bergerak untuk membuka tutupnya. Kesuksesan anda akan kembali kepada kemauan anda sendiri untuk mencapainya. Jangan-jangan anda merasa bahwa botol anda telah terisi penuh, sehingga tidak mau membuka tutupnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Bila memang begitu, apakah anda saat ini telah sukses???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Sekembalinya saya dari mengunjungi teman saya, saya kembali memiliki semangat untuk membaca. Ya, saya akhirnya menemukan alasan yang kuat untuk membaca, yaitu mencari tahu mengapa ada sebagian orang bersikap seperti teman saya, dan bagaimana cara membantunya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"><span lang="IN">Thanks alot bro&#8230;</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/malas-baca-pasti-lagi-gak-ada-kerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kegagalan tersembunyi suatu event seminar&#8230;</title>
		<link>http://hilmandale.com/kegagalan-tersembunyi-suatu-event-seminar/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/kegagalan-tersembunyi-suatu-event-seminar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 02:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<category><![CDATA[gagal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali event organizer yang mampu membuat seminar yang ”sukses”. Sukses disini artinya mereka memang mampu menyelenggarakan seminar yang memberikan kepuasan kepada peserta mereka. 
Namun dibalik itu semua, banyak sekali kegagalan yang mereka lakukan, walaupun tanpa mereka sadari. Hal ini sangat berpengaruh kepada kemampuan event organizer itu untuk bertahan dalam persaingan EO kedepan.
Apa saja kegagalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Banyak sekali event organizer yang mampu membuat seminar yang ”sukses”. Sukses disini artinya mereka memang mampu menyelenggarakan seminar yang memberikan kepuasan kepada peserta mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Namun dibalik itu semua, banyak sekali kegagalan yang mereka lakukan, walaupun tanpa mereka sadari. Hal ini sangat berpengaruh kepada kemampuan event organizer itu untuk bertahan dalam persaingan EO kedepan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Apa saja kegagalan yang tidak disadari ini?</span><span id="more-23"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Gagal menghasilkan laba. Seringkali sebuah EO berhasil menyelenggarakan seminar yang sukses, yang menghasilkan laba yang cukup signifikan. Namun ternyata laba tersebut tidak mampu menutupi biaya operasional mereka dalam waktu yang panjang. Hal ini biasa terjadi pada EO yang menyelenggarakan seminar dengan waktu persiapan yang panjang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Atau EO yang terlalu berani melakukan perubahan besar dalam format eventnya, dengan maksud menciptakan event yang lebih besar lagi, namun mereka sebenarnya tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk itu, sehingga terjebak dalam pembengkakan biaya yang tidak terkendali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kemudian gagal mengelola alumni. Banyak sekali EO yang belum secara sadar menganggap perlu mengelola komunitas alumni seminarnya. Sehingga jumlah alumni yang besarnya mencapai ratusan bahkan ribuan, tidak memberi dampak apapun terhadap kesuksesan event-event EO tersebut berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Salah satu contoh nyata EO yang mampu mengelola komunitasnya dengan baik adalah ESQ. Setiap event yang dilakukan ESQ, alumninya secara sukarela berperan aktif turut mensukseskan event tersebut. Apakah dengan mencarikan peserta, memberi testimonial, membantu promosi, hingga membantu operasional dari event tersebut. Maka tak heran bila ESQ mampu terus meledak hingga bertahun-tahun kedepan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Selanjutnya gagal mengelola sumber daya. Sewajarnyalah bila suatu EO berkembang bersama seminar yang membesarkannya, maka EO tersebut akan semakin banyak membutuhkan SDM yang lebih tangguh. Hal ini banyak diabaikan oleh EO-EO saat ini. Mereka gagal mengidentifikasi kebutuhan sumber daya yang semakin berkembang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dulu mereka tidak butuh divisi public relation secara khusus, kini mereka gagal untuk mengembangkannya. Dulu mereka tidak butuh pengelola website, sekarang mereka gagal mengelolanya. Coba anda hitung potensi kehilangan calon pelanggan potensial diakibatkan kelalaian ini, yang tak pernah mereka sadari.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dan yang terakhir, mereka gagal mengidentifikasi perubahan kebutuhan pasarnya, sehingga seminar-seminar mereka tidak lagi diminati seperti dulu.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/kegagalan-tersembunyi-suatu-event-seminar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips praktis meningkatkan laba anda secara langsung</title>
		<link>http://hilmandale.com/tips-praktis-meningkatkan-laba-anda-secara-langsung/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/tips-praktis-meningkatkan-laba-anda-secara-langsung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 02:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<category><![CDATA[Laba]]></category>

		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai event organizer, kemampuan anda mengelola keuangan dengan efektif akan sangat berpengaruh besar terhadap besar laba yang akan anda peroleh. Lalu simpul-simpul operasional manakah yang sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya laba yang akan anda peroleh?
Yang pertama biaya produksi. Biaya produksi ini meliputi honor pembicara, sewa tempat, biaya promosi, honor free lancer.
Honor pembicara yang besar bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Sebagai event organizer, kemampuan anda mengelola keuangan dengan efektif akan sangat berpengaruh besar terhadap besar laba yang akan anda peroleh. Lalu simpul-simpul operasional manakah yang sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya laba yang akan anda peroleh?</p>
<p class="MsoNormal">Yang pertama biaya produksi. Biaya produksi ini meliputi honor pembicara, sewa tempat, biaya promosi, honor free lancer.<span id="more-21"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Honor pembicara yang besar bisa menjadi kartu mati anda bila ternyata seminar yang anda selenggarakan gagal.</span><span lang="SV"> Lalu bagaimana mensiasatinya? Anda bisa menawarkan sistem bagi hasil dengan pembicara anda. Dengan begitu bila seminar anda gagal, maka anda tidak perlu membayar pembicara anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Lalu sewa tempat yang mahal. Seringkali demi kesan yang berkelas, maka EO memaksakan diri menyewa tempat seminar yang mahal. Sebenarnya tidak perlu seperti itu. Selalu sesuaikan tempat seminar dengan segmen peserta, dan output seminar. Bila anda mau bersusah payah mencari, selalu ada tempat seminar yang pas dengan event anda, dan harganya miring.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Berikutnya adalah bagaimana anda mengelola karyawan anda. Selalu perhitungkan kebutuhan jangka panjang anda. Bila dalam waktu jangka panjang anda belum membutuhkan karyawan tetap, maka jangan rekrut karyawan tetap. Perekrutan karyawan hanya dilakukan bila tugas yang ada sudah tidak lagi tertangani dengan SDM yang ada. </span><span lang="SV">Hal ini akan sangat berpengaruh dengan besarnya gaji yang anda bayarkan setiap bulannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lalu biasakanlah untuk menyelenggarakan rapat kordinasi yang berdurasi pendek, dibandingkan dengan rapat-rapat panjang yang melelahkan. Hal ini akan langsung mempengaruhi keuangan anda. Lalu usahakan menyewa ruang kantor yang semurah mungkin yang bisa anda dapatkan, bila hal ini tidak mengganggu brand image anda. Sedangkan pertemuan-pertemuan dengan klien dapat anda lakukan diluar kantor.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kemudian susunlah sistem kerja yang standard. Sebisa mungkin seluruh kerja yang rutin dilakukan telah terstandarisasi secara tertulis. Hal ini akan memudahkan seluruh tim untuk saling mengisi kerja yang ada. Dan andapun dapat terus mengevaluasi sistem yang ada dan mengubahnya agar semakin efektif.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Gunakan teknologi untuk memudahkan anda. Gunakan software untuk pencatatan keuangan anda, mengelola karyawan, mengelola dokumen, mengelola peserta anda, mengirim dan menerima fax, dan lain sebagainya. Keuntungan penggunaan teknologi adalah, ia akan mempermudah kerja anda dan tim anda, sehingga jumlah tim anda tidak akan terus membengkak seiring dengan semakin banyaknya tugas-tugas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dan yang terakhir, gunakan sesedikit mungkin kertas. Upayakan komunikasi internal anda menggunakan nol kertas, alias tanpa kertas. Dan upayakan komunikasi anda dengan pihak suplier maupun peserta menggunakan sesedikit mungkin kertas. Hal ini dimungkinkan dengan kemajuan teknologi komputer dan internet. Mengapa? Karena menghemat kertas berarti menghemat pembelian ATK, menghemat tinta printer, biaya maintenance printer, biaya filling, menghemat ruang penyimpanan, dll.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/tips-praktis-meningkatkan-laba-anda-secara-langsung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips membuat seminar yang sukses</title>
		<link>http://hilmandale.com/tips-membuat-seminar-yang-sukses/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/tips-membuat-seminar-yang-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 02:33:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Membuat seminar yang sukses bukanlah bergantung pada faktor keberuntungan. Ia adalah serangkaian proses yang sukses sehingga menghasilkan outputnya berupa seminar yang sukses. 
Lalu apa saja rangkaian proses yang sangat menentukan kesuksesan suatu seminar?
Proses kesuksesan ini dimulai sejak pertama kali anda bersentuhan dengan calon pelanggan anda. Yaitu, dimulai dari promosi. Kemudian cara mengelola pelanggan yang berminat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Membuat seminar yang sukses bukanlah bergantung pada faktor keberuntungan. Ia adalah serangkaian proses yang sukses sehingga menghasilkan outputnya berupa seminar yang sukses. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Lalu apa saja rangkaian proses yang sangat menentukan kesuksesan suatu seminar?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Proses kesuksesan ini dimulai sejak pertama kali anda bersentuhan dengan calon pelanggan anda. Yaitu, dimulai dari promosi. Kemudian cara mengelola pelanggan yang berminat.</span><span id="more-19"></span><span lang="IN"> Dilanjutkan dengan metoda menutup penjualan. Kemudian pengelolaan pelanggan menuju hari H. Terakhir adalah pengelolaan peserta saat hari H seminar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semua rangkaian proses ini harus memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada calon pelanggan maupun pelanggan anda. Bila ada satu saja dari rangkaian proses ini yang gagal anda kelola dengan baik, maka calon pelanggan anda akan mendapat kesan yang tidak menyenangkan. Anda akan terlihat tidak profesional, sehingga event seminar anda pun akan terbawa terkesan tidak berkualitas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada saat pertama kali khalayak ramai membaca promosi anda, maka harus ada sesuatu dalam promosi anda yang memicu kebutuhan dari target anda tersebut, terhadap seminar anda. Hal inilah yang menjadi alasan dari dibutuhkannya pengenalan target pasar anda dengan baik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Umumnya event organizer kehilangan banyak uangnya dalam proses ini, dikarenakan mereka tidak mengidentifikasi dengan benar siapa target pasar dari seminar yang mereka langsungkan. Sehingga promosi yang dilakukan menjadi sia-sia dan boros. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Apabila anda melakukan identifikasi target pasar anda dengan baik, maka hal ini telah sangat meringankan kerja anda hingga 50%. Karena yang terjadi selanjutnya adalah calon pelanggan yang akan mengejar-ngejar anda, dan bukan sebaliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Lalu apa saja yang perlu anda identifikasi dari target pasar anda?</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pahamilah produk anda, agar anda memiliki gambaran siapa kira-kira target pasar yang tepat.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tentukan harga jual seminar anda, agar anda mengetahui siapa yang harus anda sasar sebagai pengambil keputusan.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tentukan apakah harus laki-laki atau perempuan, atau keduanya dapat ikut.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Apakah harus dalam kisaran usia tertentu?</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Apa output yang diharapkan dari seminar anda? Apakah pesertanya cukup bertambah wawasan, menjadi ahli, atau menjadi terampil? Sehingga anda dapat menentukan batasan minimal pendidikan dari target peserta anda.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kemudian tentukan lokasi target peserta anda, apakah lokal, regional, nasional atau international? </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kemudian anda dapat menambahkan lagi kriteria target pasar anda yang ideal lainnya, sehingga promosi yang anda lakukan benar-benar tertarget dan dapat memenuhi kebutuhan dari target pasar anda tersebut.</span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/tips-membuat-seminar-yang-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang dilakukan ketika seminar anda sukses?</title>
		<link>http://hilmandale.com/apa-yang-dilakukan-ketika-seminar-anda-sukses/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/apa-yang-dilakukan-ketika-seminar-anda-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 02:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Meledakkan seminar sehingga sukses besar di pasaran tidak dapat berdiri sendiri dari satu event seminar saja. Ia merupakan rangkaian kecil ledakan yang akhirnya terakumulasi sehingga menghasilkan ledakan yang besar.
Rangkaian ledakan itu dimulai dari 

 Promosi yang sukses
 Penanganan pelanggan yang sukses
 Pembicara yang sukses
 Tempat acara yang nyaman
 Makanan yang memuaskan
 Penanganan pasca seminar yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Meledakkan seminar sehingga sukses besar di pasaran tidak dapat berdiri sendiri dari satu event seminar saja. Ia merupakan rangkaian kecil ledakan yang akhirnya terakumulasi sehingga menghasilkan ledakan yang besar.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Rangkaian ledakan itu dimulai dari </span></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Promosi yang sukses</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Penanganan pelanggan yang sukses</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pembicara yang sukses</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tempat acara yang nyaman</span><span id="more-14"></span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Makanan yang memuaskan</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Penanganan pasca seminar yang berkelanjutan</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Keenam rangkaian ledakan ini baru menghasilkan satu ledakan awal seminar yang sukses. Namun ledakan ini belumlah seberapa. Dengan memanfaatkan momentum kesuksesan seminar pertama, serta pelanggan yang puas, maka segera susulkan dengan penyelenggaraan seminar kedua. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Hal ini sangat penting. Bahkan anda dapat langsung mengumumkan tanggal serta tempat penyelenggaraan seminar kedua diakhir acara seminar pertama anda. Seminar yang sukses serta pelanggan yang puas, selalu menghasilkan efek tipping point atau ketok tular yang hebat. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Apabila momentum kesuksesan ini anda lewatkan, maka anda akan kehilangan momentum menghasilkan ledakan seminar kedua yang lebih besar lagi. Jangan pernah biarkan pelanggan puas anda keluar dari gedung seminar tanpa membawa jadwal seminar selanjutnya, serta pesan yang menghebohkan dibenaknya. Karena dua hal ini, jadwal seminar dan pesan pemasaran yang heboh, biasanya akan cepat tersebar di hari-hari pertama pasca seminar anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Mintalah testimonial segera setelah acara selesai. Jangan tunggu besok lagi, apalagi melalui telepon. Langsung setelah acara selesai, bagikan jadwal seminar selanjutnya, disertai pesan promosi yang menarik untuk disampaikan ke orang-orang terdekat mereka. Berikan reward yang pantas bagi mereka yang membantu kesuksesan event anda berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lalu lakukan komunikasi yang berkelanjutan dengan alumni seminar anda. Perlakukan mereka sebagai harta anda yang paling berharga, karena mereka nantinya akan banyak membantu kesuksesan event anda berikutnya.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/apa-yang-dilakukan-ketika-seminar-anda-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin belajar Gratis ??? buatlah seminar&#8230;</title>
		<link>http://hilmandale.com/hello-world/</link>
		<comments>http://hilmandale.com/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 04:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hilmandale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmandale.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Apabila anda ingin belajar tentang suatu hal, mengapa anda tidak membuat saja seminarnya?
Ketika saya ingin belajar tentang kesehatan, maka saya membuat seminar kesehatan. Dan ketika saya ingin belajar bagaimana berbisnis, saya membuat seminar bisnis. Anda dapat mempelajari apapun yang anda inginkan dengan menyelenggarakan seminarnya. Bahkan hal-hal yang tadinya tidak dapat anda pelajari dalam kondisi normal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Apabila anda ingin belajar tentang suatu hal, mengapa anda tidak membuat saja seminarnya?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ketika saya ingin belajar tentang kesehatan, maka saya membuat seminar kesehatan. Dan ketika saya ingin belajar bagaimana berbisnis, saya membuat seminar bisnis. Anda dapat mempelajari apapun yang anda inginkan dengan menyelenggarakan seminarnya. Bahkan hal-hal yang tadinya tidak dapat anda pelajari dalam kondisi normal, anda jadi dapat mempelajarinya bila anda menyelenggarakan seminarnya.</span><span id="more-1"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menyelenggarakan seminar dengan mengundang pembicara ahli, memberikan anda 2 keuntungan. Yang pertama ilmu, dan yang kedua uang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila anda mampu menjalin hubungan yang dekat dengan pembicara ahli anda, maka tidak tertutup kemungkinan anda menjadikannya sebagai salah satu mentor anda. Atau anda dapat menjadikan pembicara anda sebagai konsultan anda. Atau yang lebih mengasyikkan lagi, dan hal ini saya alami, anda dapat menjadikan pembicara anda sebagai rekan bisnis anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Coba anda bayangkan. Selain ilmu dan uang yang anda dapatkan dari seminar anda, anda juga mendapatkan seorang rekan bisnis ahli yang turut bertanggung jawab didalam bisnis anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sekarang coba anda renungkan. Berapa banyak peserta anda yang memiliki latar belakang yang hebat, yang mungkin anda butuhkan keahliannya. Dan apabila mereka merupakan salah satu pelanggan anda yang puas, bukan tidak mungkin ia bisa menjadi rekan bisnis anda, sesuai dengan yang anda idam-idamkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di dunia maya, banyak sekali website komunitas yang memiliki fitur yang canggih lahir dari tangan anggotanya,&#8230;secara gratis. Mentor saya berulang kali menjalin kerjasama bisnis dengan peserta seminarnya. Bahkan bila ia memiliki proyek yang membutuhkan investasi yang besar, ia akan mempresentasikan didepan peserta seminarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Banyak sekali komunitas-komunitas yang memberikan bantuan hukum kepada membernya secara gratis. Belum lagi pengalaman saya dibantu dalam bidang kesehatan oleh salah seorang pembicara ahli dalam seminar yang pernah saya selenggarakan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Begitu banyak kelimpahan yang bisa anda dapatkan dari suatu seminar yang sukses. Dan anda hanya perlu sedikit keberanian saja untuk memulainya. Lalu apa yang menghalangi anda untuk memulai seminar anda sendiri saat ini juga?</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmandale.com/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
