Don’t put your egg in one basket
Seseorang mengatakan kepada saya, “Don’t put your egg in one basket”. Lalu saya sambut,”I prefer put my egg in one basket”. Tapi sesungguhnya kami tidak sedang memperdebatkan tentang telur. Ini adalah pembicaraan tentang dimana ia akan meletakkan 400 juta rupiahnya dalam investasi.
Ia mengatakan bahwa ia adalah jenis orang yang tidak bisa berfokus pada satu bisnis. Ia senang mencoba-coba hal baru. Hingga saat ini teman saya itu telah memiliki 6 perusahaan dengan margin total mendekati 1 milyar setiap bulannya. Setidaknya ia telah membuktikan bahwa apa yang ia yakini memang bekerja untuknya.
Sekarang pertanyaannya adalah, seberapa besar anda memimpikan kesuksesan bisnis anda nantinya? Bila anda merasa cukup dengan penghasilan 300 juta dari bisnis anda, maka saya setuju bahwa anda perlu memiliki banyak bisnis untuk mendapatkan satu milyar.
Namun bila mimpi anda adalah lebih dari itu, menembus batas teritorial dan uang tidak lagi menjadi tujuan, maka saya yakin bahwa anda perlu fokus dalam membangun bisnis anda. Atau dengan kata lain, meletakkan seluruh telur anda dalam satu keranjang.
Apakah anda memimpikan memiliki bisnis yang go international?
Apakah anda ingin perusahaan anda tercatat di bursa saham?
Apakah anda ingin perusahaan anda masuk dalam daftar Fortune 500?
Apakah anda ingin seperti Bill Gates si raja software, atau Richard Branson dengan kerajaan virginnya, atau Lakhsmi Mital si raja Baja?
Mungkin anda akan mengatakan pada saya, “itu mimpinya kejauhan mas…saya tidak perlu sebesar itu, asal bisa bebas finansial saja seperti Bob Sadino sudah cukup J”
Oke, mungkin bagi anda mimpi yang saya tawar terlalu mengawang-awang. Kemudian kita ambil om Bob sebagai patokan kesuksesan anda. Maka pertanyaan berikutnya adalah…
Berapa lama anda akan mencapai kesuksesan seperti om Bob, bila anda tidak fokus mengembangkan satu bisnis anda?
Bagaimana anda bisa menjadi ahli dalam bisnis anda bila anda tidak fokus pada bisnis anda?
Bagaimana anda bisa mencium perubahan pasar bila anda tidak ahli dalam bisnis anda?
Dan bagaimana bisnis anda bisa berkembang dengan cepat, bila anda selalu memecah investasi anda kedalam beberapa bisnis, menanamkannya dalam beberapa bisnis yang berisiko, dan bukannya menanamkan dalam hanya satu bisnis yang anda kuasai?
Jadi kembali kepada pendapat saya, “just put your egg in one basket”


bagaimana anda bisa tahu bahwa bisnis yang anda pilih adalah yang sesuai dengan anda?
Assalamu’alaikum Pak Hilman,
Saya salah satu murid Bapak di Green Leaf, Bagaimana kabarnya sekarang?
“Don’t put your egg in one basket” is debatable, its depend on what side you see the matters, but I agree with your opinion. Well, we have to be the expert on one field of business but after we already have a strength position on that why not to learn another kind of business then be the next master on it too?