Bisnis apa yang cocok untuk anda?
Menjawab pertanyaan rekan dari Forum Investor yang juga banyak ditanyakan oleh peserta seminar saya, “bagaimana anda tahu bahwa bisnis yang anda pilih telah sesuai dengan anda?”
Kebanyakan dari kita, bahkan kalau bisa dikatakan seluruhnya, ketika pertama kali berbisnis, hanya memiliki sedikit sekali pengetahuan dan pengalaman dalam bisnis yang kita terjuni. Hal ini memunculkan berbagai macam rasa takut bagi anda yang akan mulai berbisnis.
Rasa takut ini adalah suatu kewajaran. Namun bisnis agar bisa sukses harus dijalankan dengan komitmen. Demi menjaga agar komitmen tidak dikalahkan oleh rasa takut, maka harus ada yang mengikat rasa takut ini, yaitu: DREAM.
Dream atau mimpi merupakan proyeksi anda kedepan tentang seperti apa anda nantinya saat sukses. Ini dilatar belakangi oleh pengalaman yang anda sukai dan perasaan nyaman dan aman yang pernah anda rasakan. Dream inilah yang akan memandu anda dalam mengambil keputusan investasi bisnis pertama anda.
Semua orang ingin dapat melakukan terus apa yang ia sukai, selamanya. Oleh karena itu, wajar bila sebagian besar orang mulai berbisnis dari apa yang ia sukai. Lalu sebagian yang lain ingin mencontoh kesuksesan orang lain. Maka berbondong-bondong mereka memasuki bisnis yang nampaknya menjanjikan tersebut, meskipun tidak memiliki pengalaman didalamnya. Namun sebagian yang lain masih merasa tidak nyaman untuk berbisnis, sehingga mereka memilih bisnis berdasarkan investasi terkecil, termurah dan termudah yang bisa mereka temui.
Lalu apakah hal ini salah?
Tentu saja tidak. Perasaan suka, ingin sukses, atau rasa aman dalam investasi, kesemuanya merupakan pengikat rasa takut, sehingga komitmen untuk terus melanjutkan bisnis meskipun dalam masa sulit tetap terjaga. Sayangnya, semua hal diatas tidak dapat menjamin kesuksesan anda.
Apa yang dapat menjamin kesuksesan anda adalah seberapa cepat anda dapat mengembangkan diri anda untuk mahir dalam satu bidang tertentu.
“Lho…kok saya jadi bingung?” hehehe…itu yang anda pikirkan bukan?
Begini…bisnis pertama, hampir bisa dipastikan akan gagal. Anda harus bersyukur atas hal itu. Kemampuan anda untuk mempertahankan bisnis pertama selama mungkin, hingga akhirnya gagal, akan memberi anda banyak pengalaman berharga, yang akan menjadi pondasi bisnis anda berikutnya. Bila anda belajar dari kegagalan itu, maka tanpa anda sadari, anda sedang mengasah satu sisi diri anda untuk menjadi mahir.
Seorang koki yang memiliki restoran kemudian bangkrut, akan mulai mengasah kemampuan komunikasinya. Bisa saja, ternyata ia menyukai kemahirannya dalam berkomunikasi, sehingga bisnis yang akan membawanya sukses bukanlah bisnis restoran, tetapi bisnis suply bahan baku untuk restoran.
Seorang dokter yang berbisnis pelatihan kesehatan ternyata telah mengasah dirinya untuk mahir dalam bisnis pelatihan. Bisa saja, ternyata kesuksesan bisnisnya terjadi ketika ia membuka sekolah kewirausahaan, yang tidak ada kaitan apapun dengan dunia kesehatan.
Bisa saja awalnya anda hanya sekedar mencari-cari tempat strategis untuk membuka counter hp. Namun ketertarikan anda dalam berburu tempat strategis telah membawa anda menjadi pebisnis properti yang sukses.
Intinya adalah, anda tidak akan pernah tahu bisnis apa yang cocok dengan anda, hingga anda terjun langsung kedalamnya dan jatuh bangun bersamanya. Namun anda butuh alasan untuk menekuni satu bisnis. Maka saran saya tetap, mulailah dari apa yang anda sukai, maupun anda kuasai, meskipun belum tentu itu menjadi bisnis yang tepat untuk anda.
Dengan berjalannya waktu dan pengalaman anda dalam berbisnis, anda pada akhirnya akan dibawa kepada bisnis yang tepat untuk anda.

